Tsunami banyak terjadi daerah yang dekat ke pantai, yang diakibatkan oleh bergesernya lempeng bumi. Gejala terjadinya Tsunami dapat dilihat dari terjadinya arus pasang yang mengakibatkan naiknya tinggi permukaan laut. Untuk itu, di laut yang dekat dengan pantai biasanya ditempatkan sensor yang akan mendeteksi terjadinya kenaikan tinggi permukaan laut.
Secara teknis, cara kerja sensor tersebut adalah sebagai berikut:
Gejala awal tsunami adalah air surut melebihi batas maksimum secara mendadak baru kemudian terjadi gelombang pasang. Pada sistem ini, jika pasang surutnya air masih dalam batas garis kendali , maka sensor belum akan bekerja.
Kita harus menentukan batas maksimum air pasang maupun batas maksimum ketika surut ( dengan penelitian ).
Ketika terjadi tsunami, air surut melewati sensor 1. Ketika sensor 1 terlewati air, maka lampu kuning akan menyala disertai dengan alarm 1. Hal ini menandakan bahwa kemungkinan besar akan terjadi tsunami.
Ketika gelombang pasang terjadi, dan menyentuh sensor 2, maka lampu merah akan menyala disertai alarm 2. Hal ini menandakan telah terjadi tsunami.
Saat bencana tsunami terjadi, lampu kuning, lampu merah, alarm 1, dan alarm 2 akan terus menyala hingga tombol ON/OF pada stasiun pengamatan ditekan.
Sejarah Adanya Laptop
Pada tahun 1970 Alan Kay dari Xerox Palo Alto Research Center memiliki suatu visi untuk sebuah komputer jinjing yang tidak memerlukan kabel, seukuran buku catatan, ia kemudian menamakannya Dynabook. Dynabook milik Kay ini diciptakan dengan kemampuan network wireless.
Di tahun 1979, William Moggridge dari korporasi Grid System menciptakan komputer jinjing yang pertama: The Grid Compass Computer 1109. Memiliki 340 kilobyte memory, sebuah kotak die-cast magnesium dan sebuah layar lipat electrominescent. Nasa membeli banyak dengan kisaran harga $800 per laptop, untuk digunakan pada program ruang angkasa.
Pada tahun 1981 Adam Osborne bekerjasama dengan Alan Kay membuat laptop pertama yang di pasarkan ke seluruh dunia, yang akhirnya disepakati nama untuk proyek laptop pertama itu adalah Osborne1. Osborne1 menggunakan sambungan listrik dengan baterai cadangan opsional, serta menggunakan dua floppy drive ukuran 5 ¼ inci, modem port, keyboard, baterai pack dan dibandrol dengan harga sebesar $1800.
Pada tahun 1983 Gavilan Computer memproduksi sebuah komputer laptop yang bekerja dengan baik sebaik MS-DOS pada processor 8088. Diproduksi dengan 64K RAM, dapat di up-grade hingga 128K. Dengan harga sekitar 9 pounds, memiliki touchpad atau mouse didepan sebelah atas keyboard.
Pada tahun 1984 Apple memperkenalkan Apple model IIc. Apple IIc adalah sebuah notebook-seukuran komputer, akan tetapi bukan Laptop sebenarnya. Memiliki microprosesor 65C02, Memory 128 kilobytes dan floppy drive 5.25-inch internal, dua port serial, port mouse, modem card, power supply external, dan dapat dilipat. Komputer itu sendiri memiliki berat 10 sampai 12 lb (5kg), akan tetapi monitornya sedikit lebih berat. Apple IIc memiliki monitor monochrome 9-inci dan LCD panel optional. Kombinasi antara computer atau panel LCD telah menjadikannya sebuah komputer portable. Apple IIc dipasarkan ke rumah dan bidang pendidikan, dan meraup sukses untuk sekitar lima tahun.
Perusahaan lain seperti IBM, memperkenalkan komputer jinjing lainnya pada tahun berikutnya. Laptop pertama yang dilepas secara komersial adalah IBM PC, tidak seperti Apple IIc, PC convertible adalah benar-benar sebuah computer Laptop. Seperti Komputer Gavilan diperkenalkan pada tahun 1986. Dengan fitur:
Microprosesor 8088
Memory 256 kilobyte
Dua floppy drive 3,5-inch (8.9 cm)
Sebuah layar LCD
Paralel dan port serial printer
Ruang untuk modem internal
Sebuah software dasar mencakup pengolahan kata, penangalan kalendar, buku alamat, dan software kalkulator.
Dengan berat yang kokoh 12 lbs atau kurang lebih 5,4 kg, laptop ini dibandrol dengan harga $3500 per laptop, laptop yang pertama dengan desain clamshell seperti laptop sekarang. Sukses dengan laptop yang dapat dirubah menjadi katalisator, para pesaingnya seperti Compaq dan Toshiba kemudian mengubah desain clamshell ini menjadi laptop yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri.
Di tahun 1979, William Moggridge dari korporasi Grid System menciptakan komputer jinjing yang pertama: The Grid Compass Computer 1109. Memiliki 340 kilobyte memory, sebuah kotak die-cast magnesium dan sebuah layar lipat electrominescent. Nasa membeli banyak dengan kisaran harga $800 per laptop, untuk digunakan pada program ruang angkasa.
Pada tahun 1981 Adam Osborne bekerjasama dengan Alan Kay membuat laptop pertama yang di pasarkan ke seluruh dunia, yang akhirnya disepakati nama untuk proyek laptop pertama itu adalah Osborne1. Osborne1 menggunakan sambungan listrik dengan baterai cadangan opsional, serta menggunakan dua floppy drive ukuran 5 ¼ inci, modem port, keyboard, baterai pack dan dibandrol dengan harga sebesar $1800.
Pada tahun 1983 Gavilan Computer memproduksi sebuah komputer laptop yang bekerja dengan baik sebaik MS-DOS pada processor 8088. Diproduksi dengan 64K RAM, dapat di up-grade hingga 128K. Dengan harga sekitar 9 pounds, memiliki touchpad atau mouse didepan sebelah atas keyboard.
Pada tahun 1984 Apple memperkenalkan Apple model IIc. Apple IIc adalah sebuah notebook-seukuran komputer, akan tetapi bukan Laptop sebenarnya. Memiliki microprosesor 65C02, Memory 128 kilobytes dan floppy drive 5.25-inch internal, dua port serial, port mouse, modem card, power supply external, dan dapat dilipat. Komputer itu sendiri memiliki berat 10 sampai 12 lb (5kg), akan tetapi monitornya sedikit lebih berat. Apple IIc memiliki monitor monochrome 9-inci dan LCD panel optional. Kombinasi antara computer atau panel LCD telah menjadikannya sebuah komputer portable. Apple IIc dipasarkan ke rumah dan bidang pendidikan, dan meraup sukses untuk sekitar lima tahun.
Perusahaan lain seperti IBM, memperkenalkan komputer jinjing lainnya pada tahun berikutnya. Laptop pertama yang dilepas secara komersial adalah IBM PC, tidak seperti Apple IIc, PC convertible adalah benar-benar sebuah computer Laptop. Seperti Komputer Gavilan diperkenalkan pada tahun 1986. Dengan fitur:
Microprosesor 8088
Memory 256 kilobyte
Dua floppy drive 3,5-inch (8.9 cm)
Sebuah layar LCD
Paralel dan port serial printer
Ruang untuk modem internal
Sebuah software dasar mencakup pengolahan kata, penangalan kalendar, buku alamat, dan software kalkulator.
Dengan berat yang kokoh 12 lbs atau kurang lebih 5,4 kg, laptop ini dibandrol dengan harga $3500 per laptop, laptop yang pertama dengan desain clamshell seperti laptop sekarang. Sukses dengan laptop yang dapat dirubah menjadi katalisator, para pesaingnya seperti Compaq dan Toshiba kemudian mengubah desain clamshell ini menjadi laptop yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri.
Sejarah di Temukannya Ban dan Roda
Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran.
Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.
Pada mulanya kendaraan yang beroda belum bisa dibelok-belokkan. Tiap kali akan berbelok, seluruh roda beserta keretanya haus diangkat. Masalah ini lalu terpecahkan dengan ditemukannya poros untuk roda depan yang bisa membelokkan roda. Saat orang mulai menggunakan kereta perang, roda yang sudah berjeruji mulai dilengkapi ban, yang bentuknya masih amat sederhana: apakah dibalut kulit atau lapisan tembaga. Agar awet di jalanan jelek, roda diberi berpaku-paku atau jerujinya dibuat menembus pelek. Bahkan, para ahli teknik Romawi memodifikasi roda menjadi penggerak untuk irigasi.
Roda berangsur menjadi bagian dari budaya dan teknologi. Orang sadar, bahwa gerak mekanis bagi penciptaan apa pun, hanya bisa dilakukan dengan roda. Lompatan ilmu pengetahuan ini terjadi ketika manusia menemukan roda bergigi, yang mula pertama digunakan pada roda tenaga air. Kemudain pada abad I SM, gabungan roda dari berbagai ukuran dan masing-masing dihubungkan dengan tali. Inilah yang belakangan diketahui sebagai prinsip perpindahan beban, percepatan dan perlambatan putaran. Prinsip ini kemudian menjadi mekanisme dasar penciptaan jam.
Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom - dan korek api.
Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.
Thomson, seorang insinyur Inggris, mengembangkan "ban mati" di sekeliling pelek kendaraan menjadi "ban hidup" alias berongga udara yang dipatenkan pada tahun 1845. Karya Thomson kemudian dikembangkan oleh "bapak ban" Dunlop, seorang dokter hewan asal Belfast, Irlandia. Jika Thomnson menggunakan kulit binatang sebagai bahan dasarnya, Dunlop menggantinya dengan karet. Penemuan yang dipatenkannya tahun 1870 itulah cikal-bakal roda kendaraan masa kini.
Tokoh lain pun menyusul. Charles Kingston Welch menemunakn "ban dalam" yang tidak langsung terkena permukaan tanah karena diberi lapisan tambahan. Sedangkan William Erskine Bartlett, menemukan ban luar yang dilengkapi penguat pada tepinya, agar tidak mudah lepas ketika dipasang pada pelek.
Sejak itu, teknologi ban berkembang pesat. Perbaikan, baik dari segi teknik pembuatan maupun materi dasarnya, tumbuh dari waktu ke waktu. Sampai sekarang, ragam, macam dan jenis ban sangat beraneka. Jumlahnya tak kurang dari 3.500 macam. Baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam, maupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam.
Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM.
Pada mulanya kendaraan yang beroda belum bisa dibelok-belokkan. Tiap kali akan berbelok, seluruh roda beserta keretanya haus diangkat. Masalah ini lalu terpecahkan dengan ditemukannya poros untuk roda depan yang bisa membelokkan roda. Saat orang mulai menggunakan kereta perang, roda yang sudah berjeruji mulai dilengkapi ban, yang bentuknya masih amat sederhana: apakah dibalut kulit atau lapisan tembaga. Agar awet di jalanan jelek, roda diberi berpaku-paku atau jerujinya dibuat menembus pelek. Bahkan, para ahli teknik Romawi memodifikasi roda menjadi penggerak untuk irigasi.
Roda berangsur menjadi bagian dari budaya dan teknologi. Orang sadar, bahwa gerak mekanis bagi penciptaan apa pun, hanya bisa dilakukan dengan roda. Lompatan ilmu pengetahuan ini terjadi ketika manusia menemukan roda bergigi, yang mula pertama digunakan pada roda tenaga air. Kemudain pada abad I SM, gabungan roda dari berbagai ukuran dan masing-masing dihubungkan dengan tali. Inilah yang belakangan diketahui sebagai prinsip perpindahan beban, percepatan dan perlambatan putaran. Prinsip ini kemudian menjadi mekanisme dasar penciptaan jam.
Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom - dan korek api.
Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.
Thomson, seorang insinyur Inggris, mengembangkan "ban mati" di sekeliling pelek kendaraan menjadi "ban hidup" alias berongga udara yang dipatenkan pada tahun 1845. Karya Thomson kemudian dikembangkan oleh "bapak ban" Dunlop, seorang dokter hewan asal Belfast, Irlandia. Jika Thomnson menggunakan kulit binatang sebagai bahan dasarnya, Dunlop menggantinya dengan karet. Penemuan yang dipatenkannya tahun 1870 itulah cikal-bakal roda kendaraan masa kini.
Tokoh lain pun menyusul. Charles Kingston Welch menemunakn "ban dalam" yang tidak langsung terkena permukaan tanah karena diberi lapisan tambahan. Sedangkan William Erskine Bartlett, menemukan ban luar yang dilengkapi penguat pada tepinya, agar tidak mudah lepas ketika dipasang pada pelek.
Sejak itu, teknologi ban berkembang pesat. Perbaikan, baik dari segi teknik pembuatan maupun materi dasarnya, tumbuh dari waktu ke waktu. Sampai sekarang, ragam, macam dan jenis ban sangat beraneka. Jumlahnya tak kurang dari 3.500 macam. Baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam, maupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam.
Bahan Bakar Berkualitas Tinggi Dari Kulit Kacang
Anda suka makan kacang? Mulai sekarang jangan buang kulitnya ya? Soalnya seorang pemuda dari Desa Sidomulyo, Bantul bernama Edi Gunarto bisa menyulap kulit kacang jadi bahan bakar pengganti BBM. Bagaimana ceritanya?
Berawal dari krisis saat melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu, Edi bersama sejumlah warga Bantul berusaha memutar otak dan bertukar pikiran untuk mencari alternatif pengganti BBM yang harganya kiat mencekik itu. Sekilas terlintas di benak Edi akan halnya kulit kacang, siapa tahu kulit kacang bisa menyelesaikan masalah mereka.
Percobaan demi percobaan pun mulai dilakukan. Setelah bereksperimen dilakukan berulang-ulang kali, akhirnya Edi dan krunya menemukan cara yang tepat dalam mengolah kulit kacang tersebut. Begini caranya, pada tahap awal, kulit kacang dibakar dengan menggunakan tungku khusus yang terbuat dari drum bekas. Lama pembakaran sekitar tiga jam. Setelah kulit kacang berubah warna jadi hitam pekat, lalu kulit kacang masuk ke proses penggilingan hingga menjadi halus.
Nah, kulit kacang yang sudah menjadi serbuk hitam tadi lalu dicampurkan dengan larutan tepung kanji yang telah dipanaskan dan diaduk hingga rata. Setelah cairan ini diangin-anginkan dalam alat pemutar hingga sedikit kering, campuran tadi kemudian siap dicetak dengan cara dipadatkan.
Hasil dari briket kulit kacang ini bisa dijual dengan harga relatif murah seharga Rp 2.500 per kilogram. Kalau dihitung, satu kilogram briket kulit kacang tersebut berjumlah sekitar 45 buah. Selain harganya murah, tingkat kalori yang terkandung pada briket kacang tanah ini cukup tinggi. Disamping itu, briket kulit kacang tanah sangat ramah lingkungan karena saat dibakar tak mengeluarkan asap sedikitpun.
Setelah penemuannya ini sukses, Edi berharap briket buatannya bisa dicontoh oleh para warga desa lainnya di seluruh Indonesia
Berawal dari krisis saat melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu, Edi bersama sejumlah warga Bantul berusaha memutar otak dan bertukar pikiran untuk mencari alternatif pengganti BBM yang harganya kiat mencekik itu. Sekilas terlintas di benak Edi akan halnya kulit kacang, siapa tahu kulit kacang bisa menyelesaikan masalah mereka.
Percobaan demi percobaan pun mulai dilakukan. Setelah bereksperimen dilakukan berulang-ulang kali, akhirnya Edi dan krunya menemukan cara yang tepat dalam mengolah kulit kacang tersebut. Begini caranya, pada tahap awal, kulit kacang dibakar dengan menggunakan tungku khusus yang terbuat dari drum bekas. Lama pembakaran sekitar tiga jam. Setelah kulit kacang berubah warna jadi hitam pekat, lalu kulit kacang masuk ke proses penggilingan hingga menjadi halus.
Nah, kulit kacang yang sudah menjadi serbuk hitam tadi lalu dicampurkan dengan larutan tepung kanji yang telah dipanaskan dan diaduk hingga rata. Setelah cairan ini diangin-anginkan dalam alat pemutar hingga sedikit kering, campuran tadi kemudian siap dicetak dengan cara dipadatkan.
Hasil dari briket kulit kacang ini bisa dijual dengan harga relatif murah seharga Rp 2.500 per kilogram. Kalau dihitung, satu kilogram briket kulit kacang tersebut berjumlah sekitar 45 buah. Selain harganya murah, tingkat kalori yang terkandung pada briket kacang tanah ini cukup tinggi. Disamping itu, briket kulit kacang tanah sangat ramah lingkungan karena saat dibakar tak mengeluarkan asap sedikitpun.
Setelah penemuannya ini sukses, Edi berharap briket buatannya bisa dicontoh oleh para warga desa lainnya di seluruh Indonesia
Bakteri Salmonella Pada Telur Bebek
Mengkonsumsi telur bebek bukanlah hal yang baru bagi sebagian besar masyarakat kita. Apalagi bagi penggemar jamu, dipakai sebagai campuran ekstra yang tentunya wajib ada. Betapa nikmatnya dan segarnya badan ini setelah meminumnya. Namun mulai sekarang Anda harus sedikit waspada. Ternyata telur bebek lebih mudah terjangkiti bakteri salmonella dibandingkan telur-telur jenis lainnya seperti telur ayam atau telur puyuh. Sejauh mana bahayanya dan bagaimana cara mengatasinya?
Belum lama ini di London, Inggris dilaporkan adanya 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya mungkin terasa mustahil, yakni keracunan telur bebek. Tapi jangan salah, ternyata penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri salmonella yang terdapat pada telur bebek tersebut. Dan yang anehnya, tidak ada kasus maupun keluhan pada konsumen yang mengkonsumsi telur unggas lainnya seperti telur ayam dan puyuh.
Setelah dilakukan berbagai penelitian lebih jauh, ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini.
Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.
Bagaimana cara mengatasinya agar bakteri salmonella tidak menulari kita? Juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah tidak mengkonsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.
Lalu bagaimana dengan para penggemar jamu di negeri kita yang notabene pengkonsumsi telur bebek mentah? Mungkin kita bisa meminimalisir potensi tertularnya telur bebek oleh bakteri salmonella dengan cara mencuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Mudah-mudahan hal ini bisa lebih membuat kita aman dalam menkonsumsi telur bebek mentah
Belum lama ini di London, Inggris dilaporkan adanya 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya mungkin terasa mustahil, yakni keracunan telur bebek. Tapi jangan salah, ternyata penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri salmonella yang terdapat pada telur bebek tersebut. Dan yang anehnya, tidak ada kasus maupun keluhan pada konsumen yang mengkonsumsi telur unggas lainnya seperti telur ayam dan puyuh.
Setelah dilakukan berbagai penelitian lebih jauh, ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini.
Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.
Bagaimana cara mengatasinya agar bakteri salmonella tidak menulari kita? Juru bicara Badan Standarisasi Makanan (FPA) di London, Inggris mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah tidak mengkonsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.
Lalu bagaimana dengan para penggemar jamu di negeri kita yang notabene pengkonsumsi telur bebek mentah? Mungkin kita bisa meminimalisir potensi tertularnya telur bebek oleh bakteri salmonella dengan cara mencuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Mudah-mudahan hal ini bisa lebih membuat kita aman dalam menkonsumsi telur bebek mentah
Paham Atheist Membuat Orang Stress Dan Penyakitan
Di Indonesia, saat ini mungkin ajaran ini bisa dibilang tidak ada dan syukur alhamdulillah tidak sempat tumbuh dan berkembang. Atheis adalah sebuah ajaran yang tidak mempercayai adanya Tuhan. Dan tentang atheis ini, ada sebuah hasil penelitian yang kesimpulannya sangat mengejutkan. Salah satu Universitas terkenal di dunia yakni Universitas Penn State di Pennsylvania, Amerika Serikat baru-baru ini telah meneliti terhadap 423 kasus yang berhubungan dengan paham atheis sejak tahun 1972 sampai 2006.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dimana orang yang tidak percaya akan Tuhan alias penganut paham atheis cenderung memiliki tingkat kesehatan yang rendah, memiliki pola hidup tidak sehat, perokok, pemabuk dan lebih sering mengalami stress.
Christopher Scheitle, salah seorang peneliti dari Universitas tersebut mengatakan bahwa hilangnya kepercayaan seseorang terhadap Tuhan membuat tingkat kesehatannya memburuk dan membuat ritme kehidupannya sehari-hari tidak teratur. Menurut penelitian tersebut juga, kepercayaan terhadap Tuhan memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi dan kebutuhan batin seseorang. Bila kepercayaan ini hilang maka secara bersamaan akan hilang juga pengendali emosi spiritualnya yang berdampak juga pada kondisi fisik dan kesehatan seseorang tersebut pula.
Bukan hanya buruk bagi kesehatan fisik, ketidakpercayaan kepada Tuhan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial seseorang di tengah masyarakat. Begitu penelitian tersebut disimpulkan.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dimana orang yang tidak percaya akan Tuhan alias penganut paham atheis cenderung memiliki tingkat kesehatan yang rendah, memiliki pola hidup tidak sehat, perokok, pemabuk dan lebih sering mengalami stress.
Christopher Scheitle, salah seorang peneliti dari Universitas tersebut mengatakan bahwa hilangnya kepercayaan seseorang terhadap Tuhan membuat tingkat kesehatannya memburuk dan membuat ritme kehidupannya sehari-hari tidak teratur. Menurut penelitian tersebut juga, kepercayaan terhadap Tuhan memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi dan kebutuhan batin seseorang. Bila kepercayaan ini hilang maka secara bersamaan akan hilang juga pengendali emosi spiritualnya yang berdampak juga pada kondisi fisik dan kesehatan seseorang tersebut pula.
Bukan hanya buruk bagi kesehatan fisik, ketidakpercayaan kepada Tuhan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial seseorang di tengah masyarakat. Begitu penelitian tersebut disimpulkan.
Pasal 29 (Kebebasan Mememluk Agama)
Senin, 28 Februari 2011
Kebebasan memeluk Agama serta Beribadah di Indonesia dilihat dari Nilai Pancasila.Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu dari sekian banyak negara tropis didunia dengan jumlah populasi masyarakatnya kurang lebih sekitar 250 juta jiwa. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, adat istiadat, ras dan agama yang masing-masing memiliki hubungan serta sikap toleransi yang sangat baik. Dan masyarakat dunia juga mengakui bahwa sikap toleransi kerukunan beragama di Negara Indonesia sangat luar biasa terjalin dengan baik dan patut dicontoh dan diteladani. Tetapi, pada masa sekarang ini, anggapan masyarakat dunia tentang kerukunan umat beragama di Negara kita, Indonesia tercinta ini semakin lama mulai mengalami pergeseran dan pemudaran. Kemana dan dimanakah sikap dan toleransi kerukunan umat beragama yang selama ini kita jalin dan junjung tinggi…?
Mungkin pertanyaan ini bisa saja timbul didalam benak pemikiran masyarakat dan bangsa Indonesia pada masa sekarang ini, yang rasa kebebasan beragamanya terganggu dan merasa tidak nyaman.
Setiap orang tahu PANCASILA sebagai dasar dan landasan dari Negara Indonesia tercinta ini, dan kita juga mungkin sudah mempelajarinya sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar).
Pada ayat yang ke-1 yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Disini begitu sangat terlihat jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki agama berdasarkan kepada kepercayaan masing-masing rakyatnya dan mengenal Tuhan sebagai dasar masyarakat itu sendiri. Disini jelas bahwa bangsa Indonesia berhak untuk memiliki agama berdasarkan kepercayaannya masing-masing dan menjunjung tinggi asas “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam kehidupannya sehari-hari.
Pada ayat yang ke-2 yaitu “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Pada ayat yang ke-2 ini, disini kita mengetahui dengan jelas bahwa hak manusia atau hak masyarakat dan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral ”kemanusiaan” yaitu dimana bangsa Indonesia harus bisa menyadari dan bersikap sebagai manusia yang memiliki dasar dan pemikiran hidup yang memiliki toleransi dan saling menghargai antara sesama manusia itu sendiri dan bukan berdasarkan pada “hukum rimba”. Pada “kemanusiaan” yang ditekankan disini adalah bahwa kita harus berpikiran secara harafiah dalam menyadari dan mengetahui konteks apa kemanusiaan itu sendiri. Manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, karena itu manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan memiliki akal dan pikiran yang sehat untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kemudian kata “Adil dan Beradab” memiliki nilai dan arti yang sungguh sangat sempurna, kita harus bersikap adil dalam memberikan keputusan dan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompok dan kata beradab menunjukkan bahwa kita harus menunjukan pola pikir manusia itu sendiri dengan memperhatikan etika norma dan nilai kemanusiaan dengan memperhatikan sudut pandang yang luas terhadap budaya, suku dan ras serta agama.
Pada ayat yang ke-3 “Persatuan Indonesia”. Jelas sekali bahwa dalam ayat yang ke-3 ini, bangsa Indonesia sangat sadar betul akan nilai persatuan tersebut didalam kehidupan berbangsa dan bertanah air di Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi didalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga integritas jati diri bangsa Indonesia tersebut, serta mencegah terjadinya perpecahaan, sikap permusuhan dan kelompok didalam diri bangsa Indonesia tersebut. Satu kesatuan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia inilah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat, sehingga bangsa asing tidak boleh semena-mena terhadap bangsa Indonesia.
Memahami nilai dan arti dari isi PANCASILA yang begitu sangat-sangat sempurna ini dan kita junjung tinggi sebagai dasar dan landasan Negara Indonesia, maka kita sebagai bangsa Indonesia akan mampu :
1. Menghargai dan memiliki sikap toleransi serta rasa persaudaraan yang utuh dan kuat didalam masyarakat Indonesia, dalam menjaga nilai-nilai kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
2. Bangsa Indonesia akan benar-benar saling kasih mengasihi didalam lingkungan masyarakatnya, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan didalam lingkungan masyarakat, lingkungan kerja maupun didalam lingkungan pemerintahan.
3. Di Negara Indonesia tercinta ini, kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita tentang pembakaran dan pembongkaran rumah-rumah ibadah dari agama manapun didalam Negara Indonesia tercinta ini.
4. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki dan menjunjung tinggi moral dan nilai-nilai Kemanusiaan, Adil dan Beradab sehingga kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita aksi-aksi anarkis dari agama manapun, sehingga terciptalah kerukunan umat beragama dan rasa aman serta kedamaian di Negara Indonesia.
5. Pemerintah akan melindunggi segenap lapisan masyarakatnya didalam menjunjung tinggi kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
6. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, utuh dan berdaulat dengan memegang teguh rasa persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan suku, adat istiadat, budaya, ras dan khususnya agama. Sehingga bangsa Indonesia akan disegani oleh negara-negara lain dan dapat kembali menjadi teladan bagi negara-negara lain.
7. Terjadinya keadilan sosial yang merata di Negara Indonesia tercinta ini bagi pembangunan rumah-rumah ibadah dan tidak akan ada lagi prosedur-prosedur serta struktur-struktur yang mempersulit untuk pembangunan rumah-rumah ibadah dari agama manapun di Indonesia.
Mari kita sama-sama merenungkan dan mari kita sama-sama menjaga dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling kasih mengasihi sesama manusia di Negara Indonesia tercinta ini agar tercipta rasa aman dan kedamaian dalam kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.
Mungkin pertanyaan ini bisa saja timbul didalam benak pemikiran masyarakat dan bangsa Indonesia pada masa sekarang ini, yang rasa kebebasan beragamanya terganggu dan merasa tidak nyaman.
Setiap orang tahu PANCASILA sebagai dasar dan landasan dari Negara Indonesia tercinta ini, dan kita juga mungkin sudah mempelajarinya sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar).
Pada ayat yang ke-1 yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Disini begitu sangat terlihat jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki agama berdasarkan kepada kepercayaan masing-masing rakyatnya dan mengenal Tuhan sebagai dasar masyarakat itu sendiri. Disini jelas bahwa bangsa Indonesia berhak untuk memiliki agama berdasarkan kepercayaannya masing-masing dan menjunjung tinggi asas “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam kehidupannya sehari-hari.
Pada ayat yang ke-2 yaitu “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Pada ayat yang ke-2 ini, disini kita mengetahui dengan jelas bahwa hak manusia atau hak masyarakat dan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral ”kemanusiaan” yaitu dimana bangsa Indonesia harus bisa menyadari dan bersikap sebagai manusia yang memiliki dasar dan pemikiran hidup yang memiliki toleransi dan saling menghargai antara sesama manusia itu sendiri dan bukan berdasarkan pada “hukum rimba”. Pada “kemanusiaan” yang ditekankan disini adalah bahwa kita harus berpikiran secara harafiah dalam menyadari dan mengetahui konteks apa kemanusiaan itu sendiri. Manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, karena itu manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan memiliki akal dan pikiran yang sehat untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kemudian kata “Adil dan Beradab” memiliki nilai dan arti yang sungguh sangat sempurna, kita harus bersikap adil dalam memberikan keputusan dan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompok dan kata beradab menunjukkan bahwa kita harus menunjukan pola pikir manusia itu sendiri dengan memperhatikan etika norma dan nilai kemanusiaan dengan memperhatikan sudut pandang yang luas terhadap budaya, suku dan ras serta agama.
Pada ayat yang ke-3 “Persatuan Indonesia”. Jelas sekali bahwa dalam ayat yang ke-3 ini, bangsa Indonesia sangat sadar betul akan nilai persatuan tersebut didalam kehidupan berbangsa dan bertanah air di Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi didalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga integritas jati diri bangsa Indonesia tersebut, serta mencegah terjadinya perpecahaan, sikap permusuhan dan kelompok didalam diri bangsa Indonesia tersebut. Satu kesatuan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia inilah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat, sehingga bangsa asing tidak boleh semena-mena terhadap bangsa Indonesia.
Memahami nilai dan arti dari isi PANCASILA yang begitu sangat-sangat sempurna ini dan kita junjung tinggi sebagai dasar dan landasan Negara Indonesia, maka kita sebagai bangsa Indonesia akan mampu :
1. Menghargai dan memiliki sikap toleransi serta rasa persaudaraan yang utuh dan kuat didalam masyarakat Indonesia, dalam menjaga nilai-nilai kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
2. Bangsa Indonesia akan benar-benar saling kasih mengasihi didalam lingkungan masyarakatnya, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan didalam lingkungan masyarakat, lingkungan kerja maupun didalam lingkungan pemerintahan.
3. Di Negara Indonesia tercinta ini, kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita tentang pembakaran dan pembongkaran rumah-rumah ibadah dari agama manapun didalam Negara Indonesia tercinta ini.
4. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki dan menjunjung tinggi moral dan nilai-nilai Kemanusiaan, Adil dan Beradab sehingga kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita aksi-aksi anarkis dari agama manapun, sehingga terciptalah kerukunan umat beragama dan rasa aman serta kedamaian di Negara Indonesia.
5. Pemerintah akan melindunggi segenap lapisan masyarakatnya didalam menjunjung tinggi kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
6. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, utuh dan berdaulat dengan memegang teguh rasa persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan suku, adat istiadat, budaya, ras dan khususnya agama. Sehingga bangsa Indonesia akan disegani oleh negara-negara lain dan dapat kembali menjadi teladan bagi negara-negara lain.
7. Terjadinya keadilan sosial yang merata di Negara Indonesia tercinta ini bagi pembangunan rumah-rumah ibadah dan tidak akan ada lagi prosedur-prosedur serta struktur-struktur yang mempersulit untuk pembangunan rumah-rumah ibadah dari agama manapun di Indonesia.
Mari kita sama-sama merenungkan dan mari kita sama-sama menjaga dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling kasih mengasihi sesama manusia di Negara Indonesia tercinta ini agar tercipta rasa aman dan kedamaian dalam kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)